Sabtu, 08 Oktober 2016

Penggunaan insektisida sintetis yang berlebihan dan tidak tepat dapat menyebabkan dampak negatif yang cukup serius, yaitu timbulnya resurgensi hama, outbreak hama sekunder dan pencemaran lingkungan hidup. Jika masih diperlukan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan menggunakan pestisida, maka dapat dipilih pestisida yang berasal dari bahan-bahan nabati atau dikenal dengan nama pestisida nabati.
Secara ekonomis bila dibandingkan dengan pestisida kimia, biaya penggunaan pestisida nabati relatif lebih murah. Selain itu pestisida nabati relatif lebih mudah dibuat dan didapat oleh petani dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Dari sisi lain, pestisida nabati mempunyai keistimewaan yaitu bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif lebih aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah terurai. Kekurangan pestisida nabati umumnya tidak langsung mematikan OPT sasaran secara cepat.
Menurut Jacobson, bahan alam yang paling menjanjikan prospeknya untuk dikembangkan sebagai pestisida ada pada tanaman-tanaman family Meliaceae (misalnya nimba), Annonaceae (misalnya sirsak), Rutaceae, Asteraceae, Labiateae, dan Canellaceae.
Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.
Rimpang jeringau mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yang jika dikombinasi dengan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hama wereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang jika dikombinasi dengan bahan aktif yang terkandung dalam daun sirsak akan efektf mengendalikan hama ulat dan belalang.
Dalam upaya pengembangan pestisida nabati tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah (i) mudah didapat, bahan baku cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dan kontinuitas terjamin; (ii) mudah dibuat ekstrak, sederhana dan dalam waktu yang tidak lama; (iii) kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran 3-5 % bobot kering bahan; (iv) selektif; (v) bahan yang digunakan bisa dalam bentuk segar/kering; (vi) efek residunya singkat, tetapi cukup lama efikasinya; (vii) sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis); (viii) budidayanya mudah, tahan terhadap kondisi suhu optimal; (ix) tidak menjadi gulma atau inang hama penyakit; (x) bersifat multiguna.
Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak sebagai pengendali hama trips:

1. Tumbuk 100 lembar daun sirsak.
2. Rendam dalam 5 liter air dan tambahkan 15 gram deterjen.
3. Diamkan sehari semalam.
4. Saring larutan tersebut dengan kain.
5. Encerkan setiap liter larutan dalam 10 liter air.
6. Larutan semprot siap digunakan.
Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + jeringau + bawang putih untuk mengendalikan hama wereng coklat:

1. Tumbuk halus segenggam daun sirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih.
2. Rendam bahan-bahan tersebut dengan 20 liter air yang telah ditambahkan 20 gram deterjen selama 2 hari.
3. Saring larutan tersebut dengan kain.
4. Larutan tersebut siap digunakan.
Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + daun tembakau untuk mengendalikan hama belalang dan ulat:
1. Ambil 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.
2. Rendam bahan–bahan tersebut dalam 20 lt air yang telah diberi 20 gr deterjen selama semalam.
3. Saring larutan tersebut dengan kain.
4. Larutan siap digunakan dan disemprotkan ke tanaman.

Oleh: Alimin, SP.



ditjenbun.pertanian.go.id

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang putih (Allium sativum L)

Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu:  (1) merusak perkembangan telur, larva dan pupa. (2) menghambat pergantian kulit. (3) mengganggu komunikasi serangga. (4) menyebabkan serangga menolak makan. (5) menghambat reproduksi serangga betina. (6) mengurangi nafsu makan. (7) memblokir kemampuan makan serangga. (8) mengusir serangga. (9) menghambat perkembangan patogen penyakit.
Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan  pestisida nabati adalah: (1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. (2) relatif aman terhadap lingkungan. (3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. (4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. (5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. (6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
Sementara, kelemahannya adalah: (1) daya kerjanya relatif lambat. (2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung. (3) tidak tahan terhadap sinar matahari. (4) kurang praktis. (5) tidak tahan disimpan. (6) kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.
Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya  berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.
Ekstrak bawang putih
Bahan dan Alat :
85 gram bawang putih
50 ml minyak sayur
10 ml deterjen/sabun
950 ml air
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.
Cara Penggunaan :
Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung

Ekstrak bawang putih
Bahan dan Alat :
2 siung bawang putih
Deterjen/sabun
4 cangkir air
Alat penumbuk/blender
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Saring. Masukkan dalam botol
Cara Penggunaan :
Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari
OPT Sasaran :
Cendawan

Ekstrak minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
100 gram bawang putih
2 sendok makan minyak sayur
10.5 liter air
10 ml deterjen/sabun
Deterjen
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. Saring
Cara Penggunaan :
Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Hama kubis, belalang dan kutudaun

Minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
50 ml minyak bawang putih
950 ml air
1 ml deterjen/sabun
Cara Pembuatan :
Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Tambahkan air. Aduk
Cara Penggunaan :
Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
OPT Sasaran :
Ulat buah tomat
Ulat penggerek umbi kentang
Wereng padi
Nematoda



epetani.pertanian.go.id

15 BAHAN ALAMI YANG DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK

Hama serta penyakit tanaman memang gemar sekali menyerang kebun dan pekarangan. Baik itu berupa serangga, ulat, jamur, maupun nematoda dalam tanah. Serangga, terutama belalang merupakan momok yang paling mengganggu para petani di Indonesia, termasuk kita—para petani urban. Bagaimana tidak? Tanaman yang telah tumbuh dan berbuah, tiba-tiba bisa rusak gara-gara hama. Cara membuat pestisida organik
Penyemprotan menggunakan pestisida kimia mungkin bisa sangat membantu untuk mengusir bahkan membunuh serangga di kebun kita. Namun, pemakaian secara berlebihan justru akan berdampak buruk bagi lingkungan, dan kesehatan. Oleh karenanya, Sobatkebun kali ini akan membahas bahan-bahan apa saja yang bisa dijadikan sebagai pestisida organik yang ramah lingkungan. Mari kita langsung simak tips-tips berikut ini.

1. DAUN DAN BIJI MIMBA

Mimba, atau lebih dikenal dengan sebutan Neem oleh masyarakat dunia, adalah salah satu tanaman yang ampuh paling untuk mengusir serta membasmi serangga. Tanaman yang memiliki nama latin Azadirachta indica ini dimanfaatkan daun serta bijinya untuk diekstrak menjadi neem oil atau ekstrak mimba.
Ekstrak mimba ini dapat mengusir semut, ulat, telur ngengat, tungau, kepinding, serta belalang. Selain itu, ekstrak mimba juga bermanfaat untuk mengontrol jamur yang menempel di tanaman. Cara menggunakannya cukup tumbuk daun maupun biji mimba, rendam dalam air selama semalam, saring dan masukkan kedalam sprayer, ekstrak mimba siap digunakan.

2. LARUTAN GARAM

Sebenarnya, garam yang ampuh untuk dijadikan sebagai pestisida organik adalah kristal garam Himalaya yang digadang-gadang sebagai garam tradisional dengan proses pengolahan organik. Namun, tak ada salahnya untuk mencoba melarutkan garam dapur dalam 1 liter air hangat, kemudian semprotkan pada tanaman yang terserang hama tungau. Pernah melihat iklan pasta gigi yang mengandung garam serta daun sirih? Nah! Garam juga mengandung senyawa yang bisa membunuh kuman serta bakteri.

3. SABUN CUCI PIRING

Gunakan sabun pencuci piring yang mengandung ekstrak lemon maupun ekstrak jeruk nipis. Caranya cukup mudah, cukup campurkan 3 sendok makan sabun cuci piring kedalam sprayer berukuran 1 liter. Bisa juga ditambahkan perasan lemon maupun jeruk untuk mempercepat khasiatnya. Bahan-bahan ini sangat efektif untuk mengusir semut, bekicot, maupun kecoak.

4. KULIT BAWANG MERAH

Sebenarnya bisa juga menggunakan campuran bawang merah dan bawang putih yang ditumbuk. Namun untuk lebih menghemat, kumpulkan saja kulit bawang merah dan bawang putih. Setelah dirasa cukup banyak, rendam dengan air selama kira-kira 3 hari dalam wadah tertutup, sampai larutan berwarna kecokelatan.
Kemudian saring dan semprotkan larutan pada tanaman untuk mengusir ulat dan serangga-serangga kecil. Perlu diperhatikan, ketika membuka wadah tertutup harus hati-hati, karena gas yang terperangkap di dalam botol bisa menyebabkan suara letupan.  Kandungan dalam kulit bawang ini juga bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, serta mempercepat pembentukan akar.

5. MINYAK KAYU PUTIH

Jangan menggunakan minyak kayu putih yang dijual di toko-toko dalam bentuk botolan, karena harganya mahal. Sebaiknya, belilah minyak kayu putih langsung dari para penyuling dalam bentuk wadah literan. Atau jika tidak memungkinkan, bisa saja gunakan larutan ektrak daun kayu putih. Ektsrak kayu putih ini bisa digunakan untuk mengsusir serangga seperti nyamuk dan lalat buah.

6. DAUN SIRSAK

Tak hanya ampuh untuk melawan sel kanker, daun sirsak juga bermanfaat untuk mengusir hama pada tanaman. Menurut data yang Sobatkebun kutip dari Kementerian Pertanian, daun sirsak mengandung bahan aktif bernama annonain dan resin. Daun sirsak ini efektif untuk mengendalikan hama trips, dan jika dicampur dengan tembakau, maka bisa bermanfaat untuk mengendalikan hama belalang dan ulat.
Caranya cukup tumbuk 100 lembar daun sirsak, dan campurkan dengan 5 liter air. Kemudian tambahkan dengan 15 gram detergen. Setelahnya, diamkan semalaman dan saring menggunakan kain, lalu setelahnya, encerkan setiap liter larutan tersebut dengan menggunakan 10 liter air.  Semprotkan pada tanaman yang terkena hama trips.

7. DAUN TEMBAKAU KERING ATAU PUNTUNG ROKOK

Seperti kita tahu, bahwa tembakau mengandung racun bernama nikotin yang sangat berbahaya bagi manusia. Namun,nikotin juga merupakan racun  yang ampuh untuk mengusir hama pada tanaman.
Cukup sediakan tembakau kering yang biasa dijual kiloan di pasar-pasar tradisional, ambil sebesar satu genggaman, dan rendam dalam 2 liter air, kemudian diamkan selama satu malam. Lalu setelahnya, saring air tembakau dan masukkan kedalamsprayer. Jika kesulitan menemukan tembakau kering—atau ingin lebih berhemat, kumpulkan saja sisa filter-filter rokok yang telah terpakai dan rendam dalam air. Kemudian saring dan gunakan air rendaman filter rokok tersebut ke tanaman.

8. UMBI GADUNG

Siapa tak suka gadung? Gadung biasanya dibuat sebagai camilan ringan berbentuk seperti keripik, dengan bagian dalam berwarna putih. Umbi gadung mentah sebenarnya sangat beracun dan bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Tentu para pembaca pernah mendengar istilah mabuk gadung bukan? Mabuk gadung adalah kondisi dimana tubuh terasa seperti mabuk, dengan gejala kepala pusing. Gejala ini disebabkan karena pencucian gadung yang kurang bersih, sehingga kandungan alkohol, fenol, saponin, dan diosgenin masih menempel dan menyebabkan gejala keracunan.
Karena gadung mengandung bahan aktif seperti tersebut diatas, maka gadung juga bisa dimanfaatkan sebagai pestisida dan insektisida organik. Caranya cukup mudah, hanya dengan menumbuk gadung mentah dan mencampurnya dengan air. Namun tetap harus hati-hati, getah dan cairan dalam gadung mentah bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

9. SERAI

Untuk mencegah perkembangbiakan hama serangga di kebun, tanamlah serai secara menyebar di kebun Anda. Serai juga bisa dimanfaatkan dengan cara menumbuk pangkal maupun daunnya, merendamnya dengan air untuk kemudian disemprotkan. Serai mengandung minyak atsiri, dan bersifat hangat sehingga dapat mengusir ulat pada tanaman kubis, nyamuk, tungau, serta aphids.

10. BUNGA KRISAN

Bunga krisan, atau orang barat biasa menyebutnya dengan chrysanthemum, selain dapat dimanfaatkan sebagai minuman juga bisa digunakan untuk mengusir hama pada tanaman. Kandungan dalam bunga krisan adalah pyrethrum yang bermanfaat untuk menyerang sistem saraf serangga, sehingga membuat mereka kesulitan untuk bergerak. Cara menggungakannya adalah dengan merebus 100 gram bunga kering kedalam 1 liter air selama 10 menit, kemudian biarkan hingga dingin, dan masukkan kedalam botol semprot. Larutan ini dapat disimpan hingga 2 bulan. Untuk hasil yang lebih maksimal, dapat juga ditambahkan larutan mimba.

11. RIMPANG JERINGAU

Rimpang jeringau mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metileugenol yang jika dikombinasi dengan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hama wereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang jika dikombinasi dengan bahan aktif yang terkandung dalam daun sirsak akan efektf mengendalikan hama ulat dan belalang.

12. DAUN BABADOTAN

Menurut Kementerian Pertanian, Babadotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tanaman yang sering dianggap sebagai tumbuhan pengganggu oleh para petani. Di Sumatera, tumbuhan satu ini dikenal dengan nama daun tombak, dan di Madura dikenal dengan sebutan wedusan. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 30-80 cm.
Daun babadotan mengandung senyawa aktif bernama precocene I dan precocene II. Selain itu, juga mengandung minyak atsiri, saponin, flavanoid, dan polifenol. Senyawa precocene I danprecocene II dikenal sebagai anti hormon juvenil, yaitu hormon yang digunakan serangga untuk metamorfosis dan reproduksi, sehingga dapat mengganggu dan membunuh aktivitas sel.

13. SRIKAYA

Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida organik adalah biji srikaya, buah mentah, dan daun srikaya. Menurut beberapa penelitian, Srikaya (A. squamosa) mengandung senyawa kimia annonain yang terdiri atas squamosin dan asimisin yang bersifat racun terhadap serangga. Selain itu, biji srikaya juga mengandung asitogenin yang berfungsi sebagai zat penghambat makan dan kontak racun perut terhadap serangga.

14. CABAI

Ada dua macam cara untuk menggunakan cabai sebagai pengusir hama pada tanaman. Yang pertama, dengan cara memblender campuran cabai, bawang putih, dan air, untuk kemudian disemprotkan pada tanaman. Kemudian cara yang kedua adalah menaburkan bubuk cabai pada tanah disekitar tanaman. Cabai dipercaya mampu mengusir hama ulat, serta semut yang seringkali mengganggu tanaman di pekarangan. Namun tetap berhati-hati, agar tidak sampai terkena mata maupun kulit, mengingat rasa terbakar yang bakal ditumbulkannya.

15. ALKOHOL

Penggunaan alkohol sebagai pengusir hama memang bukan rahasia umum lagi. Meski bukan merupakan bahan alami, namun alkohol dapat dengan mudah larut, dan tak banyak meninggalkan residu pada tanaman. Namun perlu diketahui, bahwa alkohol dapat merusak lapisan pada beberapa tanaman. Oleh karenanya untuk menghindari efek buruk alkohol, sebaiknya campurlah dengan menggunakan air secukupnya. Oya, alkohol yang Sobatkebun maksud disini, adalah alkohol yang digunakan untuk obat luar, yang biasanya berkadar 40%, 70%, sampai 90%.
Jadi, itulah beberapa daun serta bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai pestisida organik, maupun insektisida organik. Bahan-bahan ini memang tidak serta merta dapat langsung membunuh serangga pengganggu seperti yang dilakukan oleh pestisida kimia. Penggunaan pestisida organik membutuhkan waktu dan kesabaran agar hasilnya bisa terlihat. Semprotkanlah cairan tersebut setiap dua atau tiga hari sekali, sampai hama dalam tanaman benar-benar hilang. Bukankah setiap kesabaran yang kita lakukan pasti akan berbuah manis? 

16.Refugia
Refugia merupakan kelompok tanaman bunga yang menjadi sarang bagi predator alami bagi hama pertanian. Menanam bunga refugia terbukti efektif tanpa memerlukan penyemprotan pestisida secara rutin. Telah banyak jurnal penelitian dan literasi yang membuktikan cara ini ramah lingkungan dan efisien bagi petani selain itu dapat menjadi sarana cuci mata dengan berbagai warna di sawah atau kebun. Beberapa jenis bunga refugia yang telah terbukti mengurangi serangan hama antara lain; Bunga Matahari, Jengger Ayam (Keluarga Celosia), Tahi Ayam (Tahi Kotok), kebanyakan berasal dari keluarga aster, untuk lebih lengkap bisa dicari di mbah gugel.

Ingat PESTISIDA efektif tidak harus mahal 


Sobatkebun.com dll
Daun Sirsak diakui ampuh atasi penyakit Asam Urat. Bagaimana cara meraciknya?
Dikutip dari situs informasi kesehatan, Doktercantik.com, simak di bawah ini:
1. Ambil 10-15 daun sirsak, Bersihkan daun-daun tersebut. Pastikan tidak ada kotoran yang menempel di daunnya. Anda boleh gunakan cairan pembersih sayuran saat mencuci daun-daun tersebut.
2. Masukkan daun yang sudah dicuci tadi ke dalam wadah untuk merebus. Tuangkan air yang cukup banyak sampai daun sirsak itu terendam semuanya. Jadi, masukkan daun sirsak ke dalam wadah merebus dari sejak awal anda akan merebus airnya, bukan saat air sudah mendidih.
3. Rebus terus daun sirsak tersebut sampai air yang ada di dalam wadah tersisa kira-kira sekitar 2 gelas saja. Ketika air sudah mencapai jumlah tersebut proses merebus sudah boleh dihentikan
4. Selama anda belum meminum air rebusan daun sirsak tadi, biarkanlah air rebusan tersebut tetap berada di dalam wadah, tidak perlu pisahkan air dari daun-daun sirsak yang sudah direbus tadi
5. Konsumsi air rebusan tersebut dua kali sehari, sebaiknya pagi dan sore hari.

Jaga Pola Hidup
Dengan mengonsumsi air rebusan daun sirsak secara teratur bukan berarti anda menjadi bebas mengonsumsi jenis makanan apapun.
Penyakit ini umumnya disebabkan karena pola gaya hidup yang berkaitan dengan makanan, namun juga bersifat genetik.
Anda lebih berisiko terkena asam urat jika dalam keluarga anda sudah ada riwayat penyakit ini.
Oleh karena itu ada baiknya jika anda mengunjungi tenaga mendis profesional untuk cek/tes kadar asam urat sebagai bentuk penanganan yang lebih dini.
Zat purin juga terdapat dalam makanan, oleh karena itu pola makanan anda juga jangan asal-asalan.
Disarankan anda tetap mengurangi makanan yang menjadi pantangan penderita asam urat seperti kacang-kacangan, seafood dan jeroan.


Bahkan dari pengalaman teman-teman saya, anda boleh mencoba untuk konsumsi makanan yang termasuk program healthy diet, dan dari aspek medis ternyata kedua hal tersebut –healthy diet dan asam urat- sangat berkorelasi.
Semuanya ini bertujuan agar anda dapat memanage asam urat anda dengan lebih baik sehingga anda bisa tetap produktif dan berkarya.
Penyebab Asam Urat
Asam urat terjadi karena adanya zat purin yang berlebihan dimana ginjal tidak lagi mampu mengeluarkannya dari tubuh sehingga menumpuklah di persendian.
Sebenarnya, tubuh boleh saja mengandung zat purin dan itu normal, hanya saja jika jumlahnya berlebih yang akan mengakibatkan anda menderita penyakit asam urat.
Bila penyakit ini kambuh, anda sebagai penderita asam urat akan sangat terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari karena persendian akan terasa sangat nyeri.
Anda bisa saja memaksakan diri dengan segala kekuatan yang ada namun tetap saja rasanya akan sangat tidak nyaman. (doktercantik.com)


Selain itu beberapa obat tradisional yang bisa menurunkan asam urat adalah daun salam & rajin mengkonsumsi makanan kaya asam sitrat (vitamin c) seperti lemon atau nipis tentunya disertai pola makan yang sedikit mengandung purin


Salim Suntoro di Surabaya, Jawa Timur memiliki senjata ampuh untuk mengatasi asam urat sejak 3 tahun lalu. Pria 48 tahun itu bakal merebus 7 daun salam bersama 8-10 irisan rimpang kunyit dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. “Saya meminum 2 kali pada pagi dan malam hari masing-masing segelas,” ujar pegawai swasta itu. Salim biasanya mengonsumsi selama 2-3 hari berturut-turut.
Salim menuturkan saat asam urat kambuh, ia didera linu di persendian. Bila parah, sendinya dapat membengkak karena radang yang disertai nyeri hebat. “Ini terjadi kalau sudah kelewatan makan jeroan atau kacang,” ujar ayah 3 anak itu. Rasa nyeri pada sendi terjadi karena kristal monosodiuium urat monohidrat menumpuk.
Daun salam Eugenia polyantha secara turun temurun diketahui berkhasiat mengatasi asam urat. Senyawa flavonoid pada daun salam bersifat diuretik sehingga mendorong penderita lebih sering berkemih. Dampak sering berkemih itu dapat mengurangi membuang purin di tubuh. Flavonoid juga efektif menekan kinerja enzim xantin oksidase yang berujung mengurangi pembentukan asam urat.
Riset Vera Hazielawati dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah di Yogyakarta pada 2014 dengan responden penderita asam urat di Dusun Modinan Gamping, Sleman Yogyakarta juga membuktikan khasiat daun salam. Air rebusan daun salam mampu menurunkan kadar asam urat penderita rata-rata sebesar 10 mg/dl menjadi 4-5 mg/dl selama sepekan konsumsi.
Penelitian I Wayan Getas dan rekan dari Poltekkes Kemenkes Mataram, Nusa Tenggara Barat yang tertuang dalam Media Bina Ilmiah Volume 6 tahun 2012 juga memperlihatkan khasiat daun salam untuk menurunkan kadar asam urat. Sifat penurunan itu mirip seperti kerja obat kimia penurun kadar asam urat darah dari golongan urikosurik dan golongan penghambat xantin oksidase.
Apa fungsi rimpang kunyit? Rimpang kunyit Curcuma domestica diketahui berefek antiinflamasi alias mengurangi radang. Penelitian terkait khasiat rimpang kunyit itu dibuktikan melalui hewan percobaan tikus putih jantan. Hasilnya? Dosis ekstrak rimpang kunyit hingga 1.000 mg/bobot tubuh mereduksi radang hingga 78,37%.


Bebeja.com

Follow kumpulan tanya jawab islam dan keluarga

Calendar holidays by Excel Calendar

Disclaimer

i don't own anything in this blog. all articles, images, videos belong to its owners / creator. if you think this useful feel free to share, rewrite, or copy
twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Info Harga Komoditi/Pangan

Flag Counter



Data Provided By Google Analytics

Diberdayakan oleh Blogger.

Mari gabung agar kenal & tidak terjerat riba/bunga bank

Bantuan hukum bagi yang terjerat riba (bunga bank)

Pencarian tentang Islam

yufid.com

[Disebutkan keadaan manusia di hari kiamat, "Alangkah baiknya kiranya aku dulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini". QS Al-Fajr : 24]'


Orang ini menyebut akhirat dengan HIDUPKU. Artinya, sekarang ini KEHIDUPAN KITA BELUM DIMULAI

(-_-)

Video Pilihan

Paling Banyak Dibaca

Our Facebook Page